heider1193

Planologi at Raja Ampat

IRIAN, PAPUA ATAU NUU WAAR ???????

Tanah Papua mempunyai banyak nama. Pedagang dan pelaut Cina menyebutnya nama Janggi sudah dikenal sejak zaman kerajaan Sriwijaya. Pada masa Kejayaan Sriwijaya abad ke VIII pengaruh kekuasaannya telah sampai kesana baik langsung atau tidak. Hal itu terbukti dengan terdapatnya burung Cendrawasih yang di bawa oleh para utusan dari Sriwijaya sebagai hadiah dan pemberian kepada kaisar Cina yang berkunjung kesana. Sementara itu orang Ternate, Tidore, Maluku dan sekitarnya menyebut dengan nama “Papua”. Sedangkan orang-orang eropa yang datang kesana juga memberinya beberapa nama untuk Papua, seperti Nova Guinea (Spanyol), Nueva Guinea, Nuinea Guenea, Nieuw Guinea (Belanda 1962) atau Nieuw Guinee. Sebutan-sebutan itu lantaran banyaknya kesamaan yang ada antara Papua dengan Guinea di pantai barat Afrika, baik penduduk yang mendiaminya, maupun tanah dan flora yang di milikinya. Orang Spanyol yang pertama kali mendarat di Papua adalah Alvaro da saavedra pada tahun 1522. Namun saat itu belum ada kontak dengan penduduk asli. Pada 20 Juni 1545 Kapal San Juan berlabuh di Muara Amberamo. Pimpinan rombongan ini, Ynigo Ortiz de Rottes mengadakan upacara dan mengatakan pulau ini milik raja Spanyol. Ortiz memberinama pulau ini dengan Nuinea Guinea (GuneaBaru) karena persamaan kondisi pantai dan penduduk setempat dengan penduduk Guinea di Afrika Barat. Sedangkan istilah “Isla de Ore” adalah sebutan Papua yang diberikan oleh bangsa Portugis. Namun Irian Barat sempat di pergunakan pemerintah Indonesia pada 1 Maret 1963 untuk selanjutnya mulai 3 Mei 1973 diganti dengan nama Irian Jaya (PP No. 5/1973). Namun sejak pemerintahan KH.Abdurrahman Wahid nama Irian Jaya diganti dengan nama Papua. Menurut Drs. Kasibi Suwirya didalam makalah seminar “Sejarah Islam dan Masa Depannya di Irian Jaya”, kata “Irian” berasal dari bahasa setempat yakni “Irian” yang berarti tanah yang panas. Dalam bahasa Biak, Iri = tanah, an = panas. Dalam bahasa Serui, kata “Irian” berarti tanah air. Iri = tanah pokok, an = bangsa. Sebutan yang merubah nama Irian Jaya sekarang adalah Papua. Nama ini lebih tua dari New Guinea. Nama ini pertama kali dipakai oleh pelaut Portugis yang bernama Antonio D’Abreu yang telah mengunjungi pantai utara Papua pada tahun 1551. Nama ini juga dipakai oleh pelaut Spanyol yang terkenal yaitu Antonio Pigafetta. Nama Papua berasal dari bahasa daerah setempat, yakni “pua-pua” yang berarti keriting. Sebagian penduduk setempat merasa tidak cocok dengan sebutan itu karena dianggap sebagai bentuk pelecehan dan merendahkan martabat terhadap mereka. Banyaknya nama tersebut menunjukkan bahwa banyak pihak yang memiliki kepentingan di kawasan tersebut. Bukan hanya kerajaan-kerajaan di dalam negeri, melainkan juga bangsa-bangsa manca Negara seperti Spanyo, Portugis, Jerman, Belanda dan Prancis berdatangan ke Papua sejak abad pertengahan. Inggris, Australia, dan Amerikapun berupaya ingin menguasainya. Banyak nama-nama tempat yang mengingatkan atas kehadiran mereka. Misalnya Selat Torres (Spanyol), Tanjungd’Urville (Prancis), Teluk Humboldt (Jerman) dan lain-lain. Ada nama lain dari Irian atau Papua yang selama ini jarang disebut-sebut, yakni NuuWaar. Kenapa disebut NuuWaar ? Umat Islam di Kabupaten Kaimana berkeyakinan, tempat inilah (bumi Papua) proses Ini di buktikan, ketika mendengar senandung (nyanyian) yang di lantunkan orang-orang terdahulu dalam mengisahkan perjalanan hidup nenekmoyangnya. Seperti ini senandungnya: “Nuwaro war nuware.Nuwaremamoreamamoreya. Mararuwowamamarusae” Nu (tanah) war (pohon), Mamore (diciptakan), morea (bertebaran). Jadi makna dari senandung itu adalah Anak negeri yang pergi kini datang kembali ke tanah air. Kata Nuu Waar itu sendiri adalah sebutan pertama orang Irian menyebut negerinya. “Nenekmoyang kami meyakini bahwa Adam dan Hawa diciptakan di suatu tempat yang bernama NuuWaar (Irian). Dan di NuuWaar ini pula, penyebaran manusia sampai keseluruh pelosokdunia, “kata KepalaAdat di Kaimana” Menurut UstadzFadzlan, Nuu Waar adalah nama Irian pertama. Nuu itu cahaya, Waar bermakna menyimpan rahasia alam. Jadi Nuu Waar adalah nama sebutan sebelum pemberian nama Papua dan Irian. Nuu Waar adalah pulau Irian secara keseluruhan. Ketika Portugis menjajah pulau itu, namanya diganti menjadi Papua. Padahal konotasi Papua itu jelek dan terkesan melecehkan. Istilah Irian, kata Ustadz Fadzlan, berasal dari beberapa bahasa di Irian. Tapi yang paling utama diambil dari penelitian Ibnu Batuta pada 1517. Ketika dia datang kesana, masih ada orang Irian yang telanjang, mengenakan koteka. Itulah sebabnya orang-arang ini disebut orang Urian. Urian berasal dari bahasa arabartinya telanjang. Sementara dari bahasa Biak artinya bumi yang panas. Adapun bahasa fakfak, Uri itu artinya daerah batasan. Dalam konferensi Malino di tetapkan istilah Irian yang bahasa politiknya yakni “Ikut Republik Indonesia Anti Netherland”. Terus diubah menjadi Irian Jaya. “ujar Ustadz Fadzlan. Maka sebut saja Nuu Waar, Cahaya yang menyimpan rahasia alam” …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: